Minggu, 20 Mei 2012

·Jam 08.30
Seperti biasa jemaat HKBP Filadelfia mulai berangkat dari rumah masing-masing menuju lokasi gereja. Pada umumnya berangkat menaiki sepeda motor. Lebar jalan menuju lokasi gereja sekitar 3m. Sekitar 100m dari titik penghadangan massa intoleran (titik penghadangan sekitar 300 m dari lokasi gereja dan titik penghadangan ini selalu sama), jemaat HKBP diminta untuk memarkirkan sepeda motor di lapangan terbuka di tepi jalan. Dari sana jemaat HKBP Filadelfia berjalan menuju lokasi gereja, tetapi seperti kejadian-kejadian sebelumnya terpaksa berhenti dan dihentikan Satpol PP dan Polisi. Jarak antara Satpol PP dan Polisi yang menghentikan jemaat HKBP Filadelfia dengan massa intoleran yang menutup jalan hanya sekitar 2m. Massa intoleran yang menutup jalan dengan berdiri memenuhi badan jalan telah diberikade polisi dengan membuat pagar betis. Kiri kanan tepi jalan juga telah diberikade polisi dengan pagar betis. Jarak antara massa intoleran dengan pagar betis aparat kepolisian tidak ada lagi. Dengan demikian jemaat HKBP Filadelfia dikelilingi massa intoleran di depan berhadap-hadapan, di kiri kanan dikerumuni. Hanya barikade Polisi yang membatasi. Ketika jemaat sudah semakin banyak yang hadir (sekitar 100 orang lebih), massa intoleran akhirnya juga menutup jalan dari arah belakang jemaat HKBP Filadelfia, sehingga jemaat HKBP Filadelfia terkepung di tengah-tengah. Jumlah massa intoleran ini sekitar 400 – 500 orang lebih. Dari kaum bapak,iIbu, pemuda-pemudi, bahkan anak-anak kecil. Anak-anak yang polos dan tidak tahu apa-apa sudah diajak juga untuk intoleran.

· Jam 08.45
Jemaat HKBP yang datang belakangan akhirnya tidak bisa bergabung, sebab mereka telah dihadang sekitar 50m dari tempat penghadangan jemaat HKBP Filadelfia yang tiba lebih dahulu. Sehingga di tempat penghadangan kedua ini, jemaat HKBP Filadelfia mengalami intimidasi, penyerangan dengan pemukulan, pelemparan dari oli kotor, lumpur, telur busuk, ban bekas, dirijen kosong, batu es, dll. Ini bisa terjadi karena pihak keamanan, polisi, tidak ada yang berusaha mencegah sebab jumlah mereka hanya 6 orang. Yang lainnya konsentrasi di tempat penghadangan pertama. Jemaat HKBP Filadelfia dipaksa untuk pulang. Yang berusaha bertahan akhirnya mengalami kekerasan. Akhirnya jemaat HKBP Filadelfia di tempat ini mundur sedikit demi sedikit sehingga jaraknya semakin jauh dari jemaat HKBP Filadelfia yang lain.

· Jam 09.00
Jemaat HKBP Filadelfia berusaha negoisasi dengan aparat pemerintah dan polisi. Seperti peristiwa yang dulu, jawaban mereka tidak bisa karena situasi tidak kondusif. Sepanjang masa negoisasi ini suasana sangat ribut. Mencekam. Menakutkan. Cacian, makian, orasi-orasi yang provokatif dari pengeras suara yang melecehkan, menghina dll, yang berbau SARA, dan berbau ancaman pembunuhan termasuk kepada pengacara HKBP Filadelfia. Aksi pelemparan dari massa intoleran semakin menjadi-jadi di banding peristiwa sebelumnya. Aqua gelas yang utuh menjadi peluru massa intoleran. Korban pelemparan berjatuhan. Termasuk ketua Satpol PP Agus Rismanto, terkena lemparan Aqua gelas di wajahnya, Kapolres Bekasi Wahyu Hadiningrat terkena lemparan lumpur sehingga bajunya kotor.

· Jam 09.10
Jemaat HKBP Filadelfia diberi waktu oleh Ketua Satpol PP hanya berdoa di tempat. Jemaat HKBP Filadelfia memohon agar jemaat yang dihadang di tempat lain agar dikawal bisa bergabung di penghadangan yang pertama. Namun hasilnya sia-sia, tidak bisa. Alasan polisi dan satpol PP seperti biasa: situasi tidak memungkinkan. Hak kami untuk beribadah tidak dijamin dan dilindungi aparat. Saat berdoa, hujan cacian, makian, teriakan dari massa intoleran semakin menjadi-jadi. Aksi pelemparan air lumpur dan aqua gelas juga tidak berhenti.

· Jam 09.15
HKBP Filadelfia membubarkan diri. Saat pulang menuju tempat parkir, aparat keamanan polisi dan satpol PP menghalau jemaat HKBP Filadelfia seperti menghalau binatang. Tidak beretika. Padahal HKBP Filadelfia membubarkan diri itu karena permintaan pihak keamanan. Massa intoleran masih tetap juga berusaha mengejar, namun usaha mereka tidak berhasil karena polisi selalu menjaga di kiri, kanan, muka, dan belakang.