Jemaat Ahmadiyah Minta Suaka ke Australia

Kamis, 15 Mei 2008 – 10:15 wib

DENPASAR – Sejumlah warga Ahmadiyah asal Lombok, NTB, meminta perlindungan dengan mendatangi Konsulat Jenderal Australia di Bali, Jalan Mpu Tantular, Denpasar.

Mereka didampingi penggiat LBH Bali dan Aliansi Kebebasan untuk Toleransi (Akur). Ada 13 anggota jemaat Ahmadiyah yang datang, mewakili 138 jemaat lainnya yang kini berada di asrama pengungsian di Lombok. Mereka mengaku ingin pergi ke Australia untuk meminta suaka.

Setiba di halaman Konjen, mereka ditemui seorang staf dan seorang petugas keamanan. Namun, mereka tidak diperbolehkan masuk.

“Untuk sementara, permintaan Anda tidak bisa diterima, karena itu merupakan instruksi dari atasan. Kalau mau ke Australia, prosedurnya harus ke Kedubes Australia di Jakarta,” kata staf konjen itu saat menemui para jemaat Ahmadiyah, Kamis (15/5/2008).

Setelah mendapatkan jawaban tersebut, para jemaat itu tidak jadi masuk. Salah seorang anggota Ahmadiyah, Sulhain, mengatakan alasan penolakan dari pihak Konjen tidak jelas.

“Padahal setahun lalu, saudara-saudara kami dari Lombok meminta suaka dan diterima. Tapi kok sekarang tidak. Kata stafnya sih alasannya instruksi dari atasan,” kata Sulhain.

Syahidin, anggota jemaat yang lain, mengatakan, “Kami memilih mencari suaka di Australia karena di negeri sendiri kami tidak mendapat jaminan keamanan. Yang membuat resah saudara kami di Lombok karena muncul selebaran, yang mengatakan darah kami dianggap halal.”

Ketua Divisi Advokasi LBH Bali Nengah Jimat mengatakan, para jemaat ini selanjutnya akan berupaya mencari suaka ke konsulat jenderal negara lainnya di Bali, seperti Jerman, Jepang, Amerika Serikat, dan Malaysia.

“Dengan tidak diterima di Australia, kami akan mencari ke konjen lainnya,” pungkas Jimat.(Miftachul Chusna/Sindo/jri)

Okezone.com