Keputusan Bakor Pakem yang merekomendasikan pembubaran Ahmadiyah adalah bentuk pelanggaran hak asasi dan konstitusi. Keputusan itu dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis terhadap anggota jemaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia.

Pernyatan sikap itu dikemukakan sejumlah LSM dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) saat mengelar jumpa pers di markas Ahmadiyah, Sabtu (18/04). Jumpa pers dihadiri Direktur LBH Jakarta Asfina Wati, Koordinator AKKBB Anick dan Juru bicara Ahmadiyah, Zaffrullah Pontoh.

Asfina Wati menyatakan, negara seharusnya melindungi setiap warga negaranya, terlepas dari apapun agama dan kepecayaan mereka. Apalagi kebebasan beragama dijamin dalam UUD 45. Akibat keputusan BAkor Pakem, babnyak jemaah Ahmadiyah mengalami pengucilan, penganiyaan bahkan pembunuhan. Mereka mendesak Bakor Pakem segera mencabut keputusan diskrimintaif tersebut.

Jumpa pers ini sendiri dilakukan menyusul adanya kabar bahwa markas Ahmadiyah akan diserang sekelompok massa yang tak senang keberadaan mereka

| Reporter:Antoni | Kamerawan:Toni | Penulis:Antoni | Editor Video:Yuan |

TVKompas, Sabtu, 19 April 2008, 02.10 WIB