ARGAPURA-Terkait perusakan Masjid Ahmadiyah oleh sekelompok massa pascaunjuk rasa besar-besaran, Senin (28/1), Polres Majalengka langsung bergerak cepat. Sampai hari ini, polisi sudah memintai keterangan dari sepuluh orang warga yang diduga tahu atau terlibat dalam aksi tersebut.

Kapolres Majalengka, AKBP Drs M Gagah Suseno menegaskan, pihaknya masih menyiagakan anggotanya di lokasi kejadian. Setiap 12 jam sekali anggota Dalmas bergantian untuk menjaga masjid milik jemaat Ahmadiyah.

“Sejak kejadian kemarin, kami siaga di TKP dengan menerjunkan petugas Dalmas,” kata Kapolres Gagah didampingi Kasat Samapta AKP Kusmayadi, kemarin (29/1).

Ditambahkan kapolres, ada sepuluh orang saksi yang dimintai keterangan atas terjadinya aksi perusakan masjid. Namun, pihaknya belum menetapkan mereka sebagai tersangka. “Diduga para pelaku merupakan orang baru dan bukan pelaku perusakan sebelumnya,” ujarnya di sela menerima kunjungan dari kapolwil Cirebon di Mapolres Majalengka, kemarin.

Sementara Kapolwil Cirebon, Kombespol Drs Moch Nasser Amir mengatakan, kedatangannya ke Polres Majalengka untuk memberikan dorongan moril kepada jajaran Polres dalam menyelesaikan masalah perusakan masjid milik Ahmadiyah. Pihaknya melihat langkah yang dilakukan Polres Majalengka sudah sesuai prosedur dan teknis sudah benar.

Kapolwil mengimbau agar masyarakat jangan main sendiri dan meminta dipercayakan kepada aparat penegak hukum. (ara)
Sumber: milis advokasi KUB