MAJALENGKA – Masjid Al-Istiqomah yang terletak di Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, dirusak massa kemarin. Masjid itu biasa digunakan sebagai tempat ibadah jemaah Ahmadiyah. Atap masjid yang terdiri atas dua lantai itu hancur berantakan. Pecahan genting menyebar di seluruh lantai masjid.

Massa yang beringas itu juga memecahkan seluruh kaca jendela. Bahkan massa yang berjumlah puluhan orang sempat membakar karpet masjid. Beruntung api tak sampai menjalar ke bangunan masjid karena karpet dapat segera ditarik ke luar.

Tindakan anarkistis itu berawal dari unjuk rasa yang digelar puluhan warga Desa Sadasari di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Majalengka. Selesai berunjuk rasa, warga berjalan beriring kembali ke desa mereka dengan kawalan sejumlah polisi.

Dalam perjalanan, warga berpapasan dengan Masjid Al-Istiqomah, milik jemaah Ahmadiyah. Tanpa dikomando, mereka langsung melempari bangunan itu dengan batu dan kayu. Polisi, yang jumlahnya lebih sedikit, tak mampu mencegah aksi ini. Begitu juga ketika ada warga membakar karpet masjid. Warga segera membubarkan diri setelah bangunan tak berdosa itu porak-poranda.

Kepala Kepolisian Resor Majalengka Ajun Komisaris Besar Gagah Suseno mengatakan polisi akan memanggil koordinator lapangan yang memimpin aksi unjuk rasa itu. “Mereka menamakan diri GAM (Gerakan Anti Maksiat) dan Persis (Persatuan Islam),” katanya. Gagah berjanji akan menindak warga yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Ketua Persis Majalengka M. Ridwan membenarkan ada anggotanya yang berunjuk rasa di gedung DPRD. Aksi ini dilakukan untuk menekan pemerintah agar bertindak tegas terhadap penganut Ahmadiyah di Indonesia. “Tapi soal penyerangan ke masjid milik Ahmadiyah, saya sama sekali tidak tahu,” katanya.

Kusnadi, Ketua Ahmadiyah Desa Sadasari, menyayangkan aksi perusakan itu. “Yang dirusak kan tempat salat. Rumah Allah. Kok, ya, tega,” kata dia. Kusnadi menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada aparat penegak hukum. “Kami berharap pihak keamanan bisa bertindak tegas dan adil.” Ivansyah

Korantempo, Selasa, 29 Januari 2008