Launching Petisi Bersama “Satu Indonesia Untuk Semua”

LAUNCHING PETISI BERSAMA “SATU INDONESIA UNTUK SEMUA” Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Jakarta Media Center, 5 April 2006

Puluhan Lembaga yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, meluncurkan petisi bersama untuk menuntut semua pihak, baik itu RI 1 dan RI 2, Pemerintah, Aparat Kepolisian, Mahkamah Konstitusi, Penegak Hukum, DPR/DPD, Tokoh-tokoh Agama, Ormas-ormas Keagamaan, Masyarakat Luas, Media Massa, Kalangan Kampus, Organisasi Civil Society dan Kalangan Profesional agar melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Acara diawali dengan pemutaran film dokumenter penyerangan Jamaah Ahmadiyah di Parung, proses evakuasi Komunitas Eden di Jl. Mahoni 30 dan perusakan gereja di Jati Mulya Bekasi.

Petisi dibacakan oleh Yeny Rossa Damayanti dengan santun namun tetap bersemangat di hadapan para undangan yang memenuhi ruangan.

Pada sesi dialog informal, Siti Musdah Mulia (Sekretaris Umum ICRP) membahas persoalan tersebut dalam perspektif Perempuan dan mengangkat beberapa kasus seputar munculnya Perda-Perda yang merugikan perempuan dengan dalih moralitas dan nilai-nilai keagamaan. Cendikiawan muslim Dawam Raharjo, sosok aktivis yang memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan, menyorotinya pergeseran nilai-nilai keagamaan yang tidak lagi menjadi sumber solusi tapi telah berubah menjadi sumber permasalahan . Ayu Utami, seorang novelis muda, menyatakan keharuannya melihat semangat peserta yang hadir untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan antar umat beragama yang penuh damai. Sementara iru Yeny Rosa Damayanti berbicara dari perspektif gerakan dan Tommy Singh, seorang praktisi hukum berbicara dalam perspektif hukum. Dialog informal ini dimoderatori Rm. Hariyanto.

Gus Dur yang semula diperkirakan akan hadir, tidak dapat memenuhi undangan panitia kerena kondisi kesehatannya. Namun untuk mengobati kekecewaan semua pihak, Gus Dur berkenan menyampaikan orasinya melalui sistem teleconference selama 7 menit.

Untuk menghangatkan suasa, Komunitas Penghayat Kepercayaan Adat Sunda memainkan alat musik tradisional kecapi dan suling. Sementara itu, Komunitas Eden melantunkan kidung-kidung perdamaian diiringi organ tunggal, sehingga suasana nampak santai dan penuh persaudaraaan.

Acara acara yang dipandu oleh MC Ayu Dyah Pasha (artis sinetron) ini dihadiri oleh sekitar 300 orang peserta dari berbagai latar belakang agama, etnis, budaya dan profesi. Acara ditutup dengan silent prayer yang dipimpin Wahyono, sesepuh Kejawen.

Launching Petisi Bersama ini diliput 37 Media Massa dan Elektronik se-Indonesia dengan harapan petisi bersama ini dapat merambah ke pelosok negeri sebagai ungkapan kepedulian anak bangsa.

Suasana ini diharapkan dapat menyadarkan semua pihak, bahwa SATU INDONESIA UNTUK SEMUA. Bahwa semangat ini yang harus terus dijaga, mengingat keluhuran cita-cita para founding fathers ketika mendirikan negara ini. Bahwa saat ini Bhinneka Tunggal Ika tengah mendapat ujian yang sangat besar dan bahwa disintegrasi bangsa tengah mengancam keutuhan bangsa kita. Semoga rahmat Tuhan senantiasa melindungi kita semua.

Jakarta, 6 April 2006 Dilaporkan oleh Ilma Sovri Yanti

Sumber: ICRP