07/01/2008 14:29 WIB
Usulan Suaka Politik untuk Ahmadiyah
Irwan Nugroho – detikcom
Jakarta – Kekerasan yang menimpa pengikut Ahmadiyah akan berhenti jika pemerintah melarang aliran tersebut di seluruh Indonesia. Namun, logika itu dinilai terbalik.
“Kelompok keras yang katakanlah anti Ahmadiyah itu sudah merencanakan, kalau sudah dilegitimasi Kejaksaan Agung (pelarangan Ahmadiyah), mereka akan menyerang Ahmadiyah di manapun berada,” ujar koordinator Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Anick HT, di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2008).
Anick bersama sekitar 5 orang perwakilan AKKBB menyampaikan dukungan moral kepada Kejagung menjelang rakor Pakem Pusat untuk membahas Ahmadiyah. Sementara itu, sekitar 200 orang aktivis AKKBB lainnya menggelar aksi di luar gerbang utama Kejagung.
Mereka mengharapkan Kejagung memutuskan nasib Ahmadiyah secara hati-hati dan sesuai semangat kebebasan beragama yang tertuang dalam UUD 1945.
Menurut Anick, seandainya Kejagung melarang Ahmadiyah, akan kembali terjadi konflik secara horizontal. Dikhawatirkan hal itu dapat memicu disintegrasi bangsa.
Anick mengatakan, pihaknya telah mendorong Ahmadiyah untuk mengajukan suaka politik untuk mengantisipasi pelarangan aktivitas mereka. Sebab mereka seolah diusir dari negeri sendiri karena dianggap berbeda.
“Itu merupakan satu-satunya solusi yang kita tawarkan. Kalau Ahmadiyah menjadi agama baru tidak mungkin. sampai terakhir teman-teman Ahmadiyah merasa mereka bagian dari Islam,” pungkasnya.
( irw / ana )
Sumber: detik.com






4 comments
Comments feed for this article
Januari 11, 2008 pada 6:21 am
Usulan Suaka Politik untuk Ahmadiyah « Ngangsu Kawruh
[...] detik.com, akkbb [...]
April 21, 2008 pada 6:46 am
ALI ASGHAR
ihwal tentang keyakinan beragama dan kepercayaan di indonesia kembali mencuak.lagi-lagi permasalahan seperti ini mempertemukan kita pada dua perspektif tentang islam.perspektif dogmatis dan rasional.perspektif dogmatis memandang JAI sebagai aliran kepecayaan yang sesat tidak sesuai dengan akidah.disatu sisi perspektif rasional memberikan apresiatif yang tinggi terhadap nilai hak asasi manusia.sebagai mana yang digemborkan AKKBB.menurut saya perspektif rasinal saja tidak cukup tetapi kita perlu memadukan antara yang dogmatis dan rasional sehingga menghasilkan pandangan yang proposional dan tidak pincang
Juni 4, 2008 pada 1:57 am
echa
saya tidak memihak pada kubu manapun. saya melihat kedua belah pihak FPI dan AKKBB sama-sam bersalah. AKKBB bersalah karena dengan tidak langsung telah melegalkan Ahmadiyah yang telah nyata sesat dan mengakui Rasullah bukan nabi terakhir itu jelas menyimpang dari Al-Quran. sebaiknya AKKBB lebih jeli melihat Ahmadiyah itu. dan untuk FBI, cara yang dipakai untuk menentang Ahmadiyah dan AKKBB salah, seharusnya mereka bertindak sesuai dengan prikemanusiaan dan tidak melanggar HAM karena tindakan yang dinilai brutal itu akan membuat citra Islam buruk mengingat FBI terkesan wakil dari umat Islam.
Juni 5, 2008 pada 2:44 pm
miftahul khoir
Saya bukan anggota FPI tapi saya salah satu yang mendukung langkah-langkah FPI untuk menghancurkan segala bentuk penghianatan terhadap ISLAM siapapun, agama apapun termasuk yang beragama Islam sendiri dan dari golongan apapun, penghianatan terhadap Islam harus dimusnahkan (seruan untuk MUSLIM Allohu Akbar). Habib teruskan perjuanganmu Habib bukanlah gelar tokoh agama Habib adalah Keturunan dari Rasullulloh SAW. HAM adalah hukum yang dibuat manusia yang didalamnya mungkin terdapat para Misionaris yang didanai oleh Amerika dan Vatikan yang di stel untuk menghancurkan Islam. Jadi bukalah mata wahai saudaraku baca Al-quran, dan al-hadits jika kamu memang Umat Rasullulloh SAW, Baginda Nabi Agung Muhammad SAW. saya yakin anda semua akan sama bersikap seperti FPI, dan sadarlah wahai ketua berserta anggota AKKBB. apa agamamu sebenarnya saya yakin jika anda seorang MUSLIM yang Inna dina Indallohi Islam maka anda tidak akan mendukung penglegalan agama yang jelas sesat dan menyesatkan.
mudah-mudahan bermanfaat Insya Alloh